Konflik Mobile Legends

Perang ML Jadi Konflik: Kelompok Pemuda Diamankan Warga

Perselisihan yang awalnya terjadi di dalam permainan online ternyata dapat berlanjut ke kehidupan nyata. Hal tersebut terjadi di Bulukumba, Sulawesi Selatan, ketika dua kelompok pemuda diduga hendak terlibat bentrokan setelah sebelumnya terlibat pertikaian dalam permainan Mobile Legends.

Rencana bentrokan tersebut berhasil dicegah oleh aparat kepolisian pada Senin dini hari, 9 Juni 2025. Sebanyak 13 pemuda dari dua kelompok diamankan dalam operasi yang dilakukan oleh jajaran Polres Bulukumba.

Konflik dari Game Online Berlanjut ke Dunia Nyata

Kejadian bermula dari perselisihan antarpemuda yang disebut berkaitan dengan pertikaian saat bermain Mobile Legends. Masalah yang terjadi di dalam permainan kemudian berkembang hingga membuat kedua kelompok berencana bertemu secara langsung.

Kelompok pertama diketahui berasal dari Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Sementara kelompok lainnya datang dari Kota Makassar.

Petugas yang mendapatkan informasi mengenai potensi bentrokan kemudian melakukan penyisiran di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat berkumpulnya para pemuda.

Polisi Amankan 13 Pemuda

Tim Resmob bersama Unit Intelkam Polres Bulukumba bergerak pada sekitar pukul 02.45 WITA. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 13 pemuda yang diduga hendak melakukan aksi tawuran.

Dari jumlah tersebut, tujuh orang diketahui berasal dari wilayah Kajang. Sementara enam pemuda lainnya merupakan kelompok yang datang dari Makassar.

Langkah pengamanan dilakukan sebelum kedua kelompok bertemu dan bentrokan terjadi.

Sejumlah Senjata Tajam Turut Diamankan

Selain mengamankan para pemuda, petugas juga menemukan sejumlah benda yang diduga dipersiapkan untuk aksi kekerasan.

Dalam pemeriksaan, polisi menyita beberapa senjata tajam dan perlengkapan lainnya. Barang yang diamankan di antaranya empat bilah badik, enam anak busur, serta sebuah pelontar panah.

Temuan tersebut menjadi perhatian petugas karena benda-benda tersebut ditemukan ketika kedua kelompok sedang berada di sejumlah titik berbeda.

Kelompok Kajang Ditemukan di Taman Kota

Setelah menerima informasi mengenai potensi tawuran, petugas melakukan penyisiran di kawasan Jalan Poros Bantaeng–Bulukumba.

Kelompok pemuda dari Kajang kemudian ditemukan sedang berkumpul di sekitar Taman Kota Bulukumba, tepatnya wilayah Kelurahan Bintarore, Kecamatan Ujung Bulu.

Saat dilakukan pemeriksaan, seorang pemuda berinisial IM disebut kedapatan membawa senjata tajam jenis badik. Petugas selanjutnya mengamankan kelompok tersebut untuk mencegah kemungkinan terjadinya bentrokan.

Polisi Bergerak ke Islamic Center Dato Tiro

Penyisiran kemudian dilanjutkan ke lokasi lain yang diduga menjadi tempat berkumpulnya kelompok pemuda dari Makassar.

Petugas mendatangi halaman Masjid Islamic Center Dato Tiro (ICDT). Di lokasi tersebut, polisi kembali menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan rencana aksi tawuran.

Barang yang ditemukan berupa tiga bilah badik, enam anak busur, dan satu pelontar panah.

Polisi Cegah Bentrokan Sejak Dini

Pengamanan terhadap kedua kelompok dilakukan sebagai langkah antisipasi agar perselisihan tersebut tidak berkembang menjadi aksi kekerasan di ruang publik.

Peristiwa ini juga menunjukkan bagaimana perselisihan yang bermula dari aktivitas di dunia digital dapat berkembang menjadi konflik di kehidupan nyata apabila tidak segera diselesaikan.

Pihak kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan terhadap para pemuda yang diamankan beserta barang-barang yang ditemukan dalam operasi tersebut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *